<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/19145174?origin\x3dhttp://dodymaniademo.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
a daring adventure...
Profile | Blog | Fellow Blogger | Links | Gallery
Sunday, May 21, 2006

 halo, apa kabar?

Sederhana. Hanya terdiri dari tiga kata. Satu tanda koma dan satu tanda tanya. Bergantung pada suasana dan juga si pembicara, ketiga kata itu ternyata menyimpan berjuta makna.

halo, apa kabar?



Diucapkan oleh tetangga anda saat bertemu di depan tukang sayur *belanja pagi mode on*. Jawabnya adalah, "Oh, baik. Masak apa hari ini? Eh, jeng... omong-omong sudah tau belum? Denger-denger niy... ibu sebelah baru pulang liburan dari Hong Kong, lho! Belanja macem-macem gitu deh. Kemaren sore saya lihat dia keluar rumah sudah pake tas dan sepatu baru... Hmm... merk terkenal pula". Ampun yah... ditanya kabar jawabnya sederet gosip gitu *winks*

halo, apa kabar?



Diucapkan oleh sahabat anda; lama pula sudah tiada bersua dengannya. Jawabnya adalah, "Oh, kabar baik. Kamu sendiri gimana kabarnya? Lama ngga ketemu nih, sibuk terus ya? Kerja di mana sekarang? Btw, kamu makin oke aja lho. Langsing pula... hmmm... *berbisik* ... sedot lemak, bukan?". *gubraaaks* ... hening sejenak... *pingsan*. Ampun juga yah... awalnya siy sudah OK ngomongin kabar masing-masing. Eh, ujung-ujungnya tetep deh... gosip! No wonder, acara infotainment tiap hari makin laku aja *LOL*

halo, apa kabar?



Diucapkan oleh bos anda di kantor. Jawabnya adalah, "Kabar baik, pak. Terima kasih. Bapak sendiri bagaimana? Wah, hari ini kelihatan makin seger aja". *senyum salah tingkah* Baca: dalam hati mikir "Oouuccch! Sialan! Laporan minggu ini belum selesai gw bikin. Padahal nanti siang udah ditunggu bos. Gara-gara kemarin terlalu sibuk flirting sana-sini di YM". Yang ditanya cuma kabar, eh... yang dipikirin macam-macam pula. Sampai ketahuan kalau ternyata selama ini dia adalah seorang banci YM. Kyaaaaaa... cuma karena nanya kabar bisa nyambung ke mana-mana yah? *grins*

halo, apa kabar?



Diucapkan oleh "musuh anda". Bersua pada salah satu mall; dengan menenteng belanjaan yang banyaknya cukup membuat anda jalan sempoyongan. Jawabnya adalah, "Hhmm.. kabar? Hhmm... hmmm... Sebentar ya? *sambil berusaha meraih ponsel di saku celana dan berpura-pura menjawab telepon masuk* Hallo... iya... oh, acaranya sudah selesai? Mestinya kan masih satu jam lagi? Oh... Oke, aku jemput sekarang! *menutup telpon* ... Uhmm.. sorry ya, gw cabut duluan. Mesti jemput sodara sekarang". *pergi meninggalkan "sang musuh" sendiri*. Yang ini: belum sempat jawab kabar sudah melengos duluan. Pertimbangannya daripada ribut lebih baik ditinggal saja. Pheewwhh... bisa saja yah :-)

halo, apa kabar?



Diucapkan oleh seseorang yang belum anda kenal... a perfect stranger... bersua dalam sebuah chat room. Jawabnya adalah: asl pls. Ampuuuun... sekali lagi ampuuuun! Ketahuan banget kalo selama ini jadi penjahat mIRC *blushing* ;-)

Kesemuanya akan sangat berbeda bila anda sedang dimabuk asmara. Diucapkan oleh si dia yang tercinta. Bersua kembali setelah cukup lama tiada bertemu. Dengan menyimpan kerinduan yang begitu mendalam, kehadirannya seolah membawa angin segar.

halo, apa kabar?



Jawabnya adalah, "Kabar baik! Kamu sendiri bagaimana kabar?" *terdiam terpaku*. Translation: Kabar baik. Gw kangen banget ama loe. Kemana aja, siy? Ngga nyadar apa? Gw di sini kangen banget ama loe. Lain kali jangan pergi lama-lama dunk. Gw kan kangen banget ama loe. *dalam hati berpikir: /me hugging you. oh Tuhan, mengapa dia begitu indah?* Aduh... duuuh... duuuh... mungkin ini lah indahnya sebuah jatuh cinta. Dengan hanya ditanya kabar, jawab yang diberikan adalah sebuah rasa rindu yang teramat sangat. Dengan diikuti pengulangan seribu kali pula. Ditambah dengan lamunan mesum semacam itu... hihihi. Ada kah ini yang tengah saya alami? *winks... i wish*



Dari sini saya mampu menarik sebuah ungkapan baru: "tiga kata berjuta makna". Nikmati dan pelajari setiap jutaan warna yang menghiasi hidup anda. Tersenyum lah bila ia semakin merona dengan berjuta keindahan yang dipancarkan; namun jangan sampai anda ikut tersedu bila ia memudar. Kebesaran hati anda tak lain adalah sebuah pabrik cat yang mampu memperindah hidup dengan kemolekan warna yang anda ciptakan sendiri. Live the happiest day of your life: Today!



Tersirat sebuah harapan dari tulisan ini untuk dapat memperkaya khasanah kehidupan anda. Semoga posting kali ini mampu memberikan inspirasi tersendiri untuk keceriaan hari-hari minna-san. May this finds you all well. Groetjes.
selengkapnya/read more...

posted by dodY @ 1:08 PM

Friday, May 12, 2006

 neverending rodi & endless romusha

Bekerja pada dengan institusi mitra dengan budaya yang berbeda tentunya memiliki tantangan tersendiri; jika tidak boleh dikatakan sebagai sebuah uji nyali. Kenapa ini saya sebut sebagai tantangan? Well, dalam sebuah persentase, bisa saya katakan bahwa lebih dari 60% porsi tugas yang saya kami kerjakan selalu berujung pada konflik dengan sang mitra tersebut. Satu dari sekian banyak tantangan tersebut adalah mengendalikan emosi kami yang sudah memuncak, hingga terasa seolah kepala mau petjaaaaaaaahhhhh... :-((

Buat Uda Yoyok, Bang Verry dan Mas Bagus jangan buru-buru naik pitam yah! Kebetulan yang saya bahas di sini ngga sepenuhnya berkaitan dengan tempat kalian mencari nafkah demi sesuap nasi itu. Paling tidak berbeda departemen dari kesatuan dinas kalian. Omong-omong... KKPPI, KPPU, dan BPEN tidak bernaung di bawah departemen yang sama 'kan? *winks* Eh, bentar dulu... saya kan mengabdi di bawah Kementrian P... jadi bukan departemen dunk :-)) *jayus ngga penting* Bukannya berniat memojokkan pihak tertentu, namun saya sangat menyarankan kepada anda semua untuk mempersiapkan hati dan kepala yang dingin pada saat bekerja pada dengan institusi.... eerrr.... uuhhmmm.... pemerintah.




Ya... saya akui bahwa ini bukanlah sebuah masalah dengan siapa kita bekerja, namun lebih kepada masalah perbedaan budaya kerja dari mitra kita. Bagi kita yang terbiasa bekerja dengan ritme cepat, menyesuaikan diri dengan tempo "lenggang kangkung" tentunya bisa menjadi sebuah tantantangan yang berat; jika tidak boleh dibilang cukup menggelikan. Belum lagi dengan fitur multitasking pada pribadi-pribadi KW-1 yang harus berhadapan dengan berlapis-lapis birokrasi yang tentu saja tak jarang membuat orang cepat naik darah. Oh, andai saja ini berlangsung selama bulan Ramadhan, bisa jadi puasa kami sudah batal sejak jam 10 pagi :-p



Sebagian dari anda mungkin mencibir: kok bisa tahan sih bekerja dengan mitra seperti itu? Bayangkan anda sedang terlibat dalam sebuah proyek. Semua rencana sudah diatur dengan rapi. Tiba-tiba supplier yang bawel tidak memenuhi janjinya. Tenggat waktu yang sudah ditetapkan terpaksa molor. Sebagai langkah awal anda memberikan peringatan kepadanya. Kalau memang sudah kebangetan (te erg) langkah memecatnya dan berpaling pada supplier lain bisa menjadi pilihan yang cukup manjur. Hehehe, kalo sudah begini rasanya asyik bener bisa pasang muka-muka judes di depan supplier :-))

Lalu bagaimana dengan saya kami? Mau mengancam sang mitra? Translation: cari mati aja! Mau memecat sang mitra? Translation: our funeral service. Being an equal partner? Tunggu dulu... in your dream, honey! Hallo... epribadih... ini adalah proyek balas budi gitu loh! Namanya juga kerja rodi... jadi ya mo protes gimana juga tetep aja dalam posisi kejepit (uuhmm... bukannya kejepit enak ya? huhuhu... *mesum mode on*).

Tak jarang idealisme kami harus beradu dengan tekanan dari pihak-pihak luar. Kekuatan politik menjadi suatu hal yang ditawar-tawar. Seperti layaknya nilai tukar valuta asing yang kerap berfluktuasi; begitu juga dengan kekuatan politik kami. Jadi ngga perlu kaget lagi baca berita-berita di koran tentang para petinggi yang sibuk dengan konspirasi politik kelas wahid tersebut. Kami di sini pun mengalaminya. Hehehe... tentu saja ini kelas krucuk, secara kami ngga sanggup untuk menyuap jaksa sebesar 600 jeti seperti layaknya bos Jamsostek itu :-)) Eh eh... tunggu dulu... koreksi: kita ngga pernah nyogok lho :-))

Tapi di balik semua itu kiranya ada banyak hal yang cukup melegakan kami. Salah satunya adalah sahabat saya: Angga Sukarman yang dengan setia memberikan ketenangan pada saat saya bekerja. "Anggap saja semua ini adalah ibadah... ikhlas saja... tenang... pahala kita gede kok", begitu kira-kira ucapnya dalam menenangkan diri saya. Jika tidak, mungkin saat ini kepala saya sudah benar-benar petjah :-p Meski masih ada kekurangan di sana-sini, setidaknya kami sudah berhasil membawa perubahan yang lebih baik. Dibandingkan periode sebelumnya, kami berhasil menyusun sistem yang baru dan lebih baik. Terbukti dengan praise dari peserta bahwa program periode ini mampu memberikan manfaat yang lebih bagi mereka. Kerja sama dengan pihak eksternal pun berjalan lancar. Ahhhh.... *bernafas lega*



Kadang saya berpikir... andai saja kami bekerja sendiri rasanya tak mungkin kami bisa melangkah sejauh ini. Bayangkan saja, tiga media elektronik lokal berhasil ditembus untuk melancarkan kegiatan publikasi kami. Masing-masing dengan satu jam spot talk show di ketiga media tersebut. Phone inquiries serta SMS hit yang kami terima sungguh melegakan hati. Belum lagi dengan ad libs di berbagai media tersebut yang turut membantu gencarnya serangan publikasi kami. Dan pastinya langkah-langkah ini terbukti sangat efektif. Ditambah pula dengan beberapa local papers yang datang meliput dan juga membantu kegiatan publikasi.



Belum lagi dengan sebuah sekolah mode yang dengan kebesaran hatinya memberikan banyak bantuan teknis dan juga supplies demi kelancaran proyek kami. Dari hitungan komersil, berapa juta rupiah yang harus kami bayarkan untuk semua itu? Dengan melacur sana-sini pun rasanya tetap saja tak sanggup menutup biaya itu semua. Kembali saya berpikir... andai saja kami bekerja sendiri rasanya tak mungkin kami mendapatkan semua kemudahan dan fasilitas itu.



Satu hal yang pasti adalah: kami bersyukur bisa melakukan tugas ini. Bukan dinilai dari besarnya materi, tapi tujuan mulia yang ingin kami emban. Tak bisa dipungkiri bahwa materi ikut menjadi andil dalam kami berkarya, namun kesemuanya itu seolah sirna dengan kelegaan dan kebahagiaan saat melihat karya kami mampu membuahkan hasil yang baik.

Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami untuk bisa melakukan "tugas negara" semacam ini. Demi pengembangan generasi muda bangsa ini... demi generasi muda yang berwawasan lebih luas... demi generasi muda yang mampu membaktikan dirinya kepada negara. Semoga langkah kecil yang kami lakukan ini mampu memberikan perubahan baik bagi generasi muda negri ini. Amien.

Dan teringat salah satu ucapan dari mas Leo yang bener-bener nonjok:

" ... bilang donk! Masa' Pimpro ngga dapat jatah?!"

Ya ya... bener juga kok, mas! Saya ngga bakal keberatan ditunjuk jadi ketua delegasi untuk program exchange berikutnya. Ke Korea? boleh lah... Beijing juga ngga nolak kok :-) Atau gabung dalam delegasi IATSS Forum untuk batch berikutnya? Ntar dulu deh! Pengennya siy jadi National Leader untuk program exchange-nya JICA itu tuh... fufufufufu! *sambil melirik mas Ari* Sudah pengalaman ngadepin pejabat-pejabat di Osaka, kalo cuma buat urusan begitu apa susahnya siy? hehehe *sombong*. Atau kalau memang bener-bener kepepet, sekedar jadi peserta conference di Kuala Lumpur pun saya rela kok. Sambil melihat sederet lembaran di buku paspor yang masih menanti ditempelin visa (dan di-stempel juga tentunya) *sigh* :-((

Bilangnya siy pengabdian kepada negara.... tapi kok ujung-ujungnya minta diberangkatin lagi? Hahaha... alasannya gampang: biar ngga rugi bikin paspor! Kapan lagi jalan-jalan ke luar negri dibayarin macam gini? Lagi.. lagi... dan lagi :-)

*gubraaaaaakkkkss*

......
......
......
......

*pingsan*

Yo wis lah... semoga tulisan kali ini mampu memperkaya khasanah pengetahuan anda serta memberikan inspirasi tersendiri untuk keceriaan hari-hari minna-san. May this finds you all well. Groetjes.
selengkapnya/read more...

posted by dodY @ 6:34 PM

Saturday, April 08, 2006

 A Different Kind of Celebration

Pencapaian sejumlah angka yang menunjukkan usia seseorang bisa jadi merupakan sebuah momen istimewa untuk dirayakan. Sebuah pesta layak digelar sebagai penanda rasa syukur. Jika hidupmu adalah sebuah anugerah Oscar, mungkin perhelatan ini pantas dilaksanakan di Kodak Theater :-) Dan bila hari ini adalah puncak Cannes Film Festival, tidak lah berlebihan bagi seorang movie enthusiast seperti dirimu untuk mendapatkan anugerah Palm D'Or. Namun jika ini adalah hidup seorang manusia biasa, maka lupakan semua anugerah perfilman tadi. Dengan adanya kehadiran keluarga dan sahabat yang senantiasa mencintaimu, apa lah yang mampu menandingi keindahan itu semua?

Bagaimana kamu merayakan ulang tahunmu kali ini, Nauval?

Adakah itu sebuah santap siang atau malam dengan sajian yang begitu menggoda? Atau justru dengan sebuah acara traktiran nonton bareng film kesukaanmu? Atau kah sebuah acara piknik di kebun yang penuh dengan canda dan tawa bersama keluarga dan sahabat? Bagaimana dengan perayaan "hening"? Melewati hari ulang tahun kali ini dengan acara renungan sunyi? Apa pun bentuk perayaan itu, aku yakin kesemuanya akan memberikan arti yang dalam bagimu.

Entah untuk keberapa kalinya aku harus kembali memohon maaf padamu. Atas ketiadaanku di dekatmu pada saat yang membahagiakanmu seperti ini. Sekian lama waktu telah berlalu, dan entah sudah berapa kali aku melewati kesempatan untuk menjadi saksi saat-saat bahagia dalam hidupmu. Dan kini, untuk sebuah kompensasi atas "dosa-dosa" di masa lalu, aku ingin membayarnya. Aku tahu ini tidak akan pernah cukup menutupi semua itu, tapi tak apa lah! Sisanya gue bayar nyicil, yah? Secara hari gini semuanya pada seret gituh, hehehe :-))

OK! Aku memang tak bisa hadir di perayaan ulang tahunmu kali ini. Sebagai gantinya, boleh lah aku mengutus menghadirkan Ang Lee, sang sutradara kenamaan, untuk menyampaikan pidato ucapan selamat dariku di pestamu. *Ang Lee berjalan penuh percaya diri lalu berhenti tepat di hadapan Nauval, kemudian meraih secarik kertas dari sakunya dan menggapai mikrofon lalu memulai pidatonya*:

"Hari ini, 11-April, dua-puluh-tujuh tahun silam seorang anak lelaki bernama Nauval Yazid dilahirkan. Berjuta harap dan doa dari sang ayah dan bunda dipanjatkan agar dirinya kelak mampu menjadi manusia yg mulia. Tak perlu berkata panjang lebar, saya telah membuktikan bahwa doa itu terjawab adanya. Melalui kebersahajaan dirinya, Nauval mampu menyentuh dan menyejukkan hati banyak sahabatnya. Memberikan arti yang mendalam akan besarnya makna sebuah persahabatan.

Di hari ini, boleh lah saya mempersembahkan sesuatu yang spesial pada momen ulang tahun yang menjadi saat istimewa baginya. Saat yang tepat utk melihat kembali apa yg telah dilalui selama ini sekaligus menaruh harap dan doa untuk meraih yang terbaik pada masa mendatang. Dan semoga doa-doa itu terjawab nantinya.



Dengan turut merasakan kebahagiaan itu, maka kiranya saya patut berucap selamat kepadanya. Memohon kepada Tuhan agar senantiasa diberikan kesehatan yang bermanfaat, hati, jiwa serta pikiran yang tenang baginya. Juga senantiasa diberikan bimbingan olehNya menuju kedewasaan dan kematangan dalam berpikir, berucap dan bertindak. Tak lupa diberikan kesabaran dan hati yang besar dalam melintasi perjalanan usia. Serta diberikan rizki yang berkecukupan untuk dapat hidup mulia dan mampu membagi kebahagiaan itu dengan orang-orang yang dikasihinya. Dan yang pasti senantiasa diberikan hati yang besar lagi santun untuk bisa selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikanNya. Amien.

Selamat birthday alias happy ultah, Nauval! Wishing you all the very best. Hope to see you soon!"

*Ang Lee memasukkan kertas tersebut kembali ke saku* kemudian berjalan sambil tersenyum dengan menggenggam piala oscar di tangan kanannya *lho, iki acara opo, tho?* :-))

Mungkin benar, kali ini kamu memang merayakan dua-puluh-tujuh tahun perjalanan usiamu. Namun sesungguhnya aku menginginkan sesuatu yang berbeda. Izinkan aku untuk merayakan hari ini dengan cara yang tak seperti biasanya. Sekarang, aku hanya ingin merayakan sebelas tahun persahabatanku denganmu. Mungkin ini memang lah tak lazim. Tak heran, orang pun pasti mencibir, "apa yang perlu dirayakan dari sebuah persahabatan?" Atau, "memangnya ada hari ulang tahun persahabatan?".

Biar lah orang lain berkomentar sesuka mereka. Aku tetap berpegang pada keinginanku: "merayakan persahabatanku denganmu"...

Friendship tends to be taken for granted to some people. Begitu di puja di awal dan seiring waktu berjalan, keceriaannya pun semakin pudar. Bukan hal aneh kalau sapaan hanya terucap di saat tahun baru atau hari raya. Kadang mereka hanya dicari pada saat dibutuhkan. Tak jarang pertengkaran pun ikut menjadi bagian yang tak terpisahkan darinya. Tidakkah sebuah persahabatan yang selintas hanya terkesan sederhana sesungguhnya adalah sesuatu yang rumit? Sulit untuk mengelak, tapi memang aku telah mengalami kesemuanya itu.

Aku bersyukur atas persahabatanku denganmu...

untuk insiden haru-biru di jalan jombang (Kiki akhirnya tahu, ngga? hehehe)... untuk keusilanmu bersama Oki dalam surat kaleng yang jayus itu... untuk hari-hari indah EAN, MiSa EQ, serta English Weekend... untuk semua acara lomba yang diramaikan oleh PCC... untuk acara corn'an di belakang SMP3 yang legendaris dan juga es campur talun yang tak terlupakan... untuk riuh-rendah kehidupan dalam keluarga besar KendalPayakers dan Mitreka Satata... untuk berjuta-juta e-mailmu selama aku di Australia... untuk kesabaranmu selalu mengingatkanku untuk tetap mengingat Tuhan... untuk tetap mengobarkan semangat reformasi di kala aku tak bisa menyaksikan turunnya Soeharto dari tahta kepresidenan *jayus*... untuk hutang perjalanan ke Singapore yang entah kapan akan terbayarkan... untuk kesabaranmu hingga jatuh tertidur dalam membaca 14-halaman laporanku... untuk sepeda motorku yang raib entah ke mana... untuk tragedi parkir mobil di jalan bondowoso... untuk perjalanan penuh tantangan dengan mobilmu yang legendaris itu... untuk hutang empire of the sun yang selalu saja terlupakan... untuk seluruh online sessions di YM maupun MSN...

juga untuk keriaan bersama yang tak berperi di bunga sakura 17 (trio Komaris memang ga ada matinya); dan pastinya di mana pun kita berada bersama makhluk-makhluk KendalPayakers itu... untuk seluruh pembicaraan tengah malam yang bikin nyandu itu... untuk tetap berada di sisiku saat semua orang sudah tak lagi peduli... untuk tetap berkata jujur di saat aku tak bisa lagi mempercayai seisi dunia... untuk keberadaanmu di sisiku pada saat-saat aku menangis... untuk kesabaranmu menungguku di bawah derasnya hujan hanya demi makan bakso kota di soekarno-hatta *winks*... untuk tetap memberiku dukungan di setiap saat aku tersakiti dan meyakinkanku bahwa aku bisa melaluinya... untuk kesetiaanmu berkata bahwa aku tak perlu "mengemis" ke orang lain hanya untuk merasakan kebahagiaan... untuk kesediaanmu tetap menjawab telponku di tengah malam buta pada saat aku rindu hanya untuk mendengar suaramu... untuk kebesaran hatimu memaafkan aku dari kebencian...


Sekali lagi... untuk kebesaran hatimu menerima semua ini, karena aku hanya sanggup menuliskan dua paragraf untuk menunjukkan betapa aku bersyukur memiliki sahabat seorang dirimu. May this be a different kind of celebration to both of us.

Oh Nauval, this is just great: Happy Birthday!
selengkapnya/read more...

posted by dodY @ 10:13 AM

Saturday, January 07, 2006

 wishlist dua-ribu-enam

Dalam salah satu kesempatan melakukan kunjungan ke sebuah blog beberapa hari silam saya mendapat sebuah inspirasi yang cukup menarik. Salah satu tulisannya bertajuk "Wishlist". Saya tak cukup paham akan apa arti sebenarnya dari kata tersebut. Dengan mengambil jalan pintas, saya pun mencoba menerka makna dari ungkapan tersebut. Ya, "wishlist" dapat diartikan sebagai sebuah daftar yang berisikan sederetan barang-barang (baca: hadiah) yang menjadi sebuah harapan untuk bisa didapatkan pada saat-saat spesial (baca: ulang tahun). Dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf kepada dewan pembaca sekalian bila ternyata definisi yang saya ajukan ini (berdasarkan azas "asal tebak") ternyata memiliki kesalahan yang cukup besar. Namanya juga asal tebak, jadi kalau salah mohon dimaklumi saja, yah... hehehe :-)

Boleh lah kali ini saya sedikit "ikut-ikutan" menuliskan "wishlist" dalam versi tersendiri. Mengingat hari jadi saya yang tinggal beberapa jam lagi, maka tajuk "wishlist" ini pun mewakili sederetan hadiah yang saya inginkan untuk memperingati hari jadi saya pada 12 Januari, Kamis pekan ini. Daftar ini sekaligus berfungsi mempermudah dan menghemat waktu bagi anda sekalian dalam urusan mencari kado yang tepat bagi ulang tahun saya. Daripada bingung-bingung, mengapa tidak memilih salah satu dari daftar yang saya tulis kali ini. Tanpa perlu banyak basa-basi, berikut ini adalah sederetan "wishlist" terserbut:

CD legendaris "Tapestry Revisited: A Tribute to Carole King", yang belum juga terwujudkan meski sudah sejak setahun silam saya menginginkan benda ini. Tak perlu repot dan tak perlu bingung! This lovely gift is available at Amazon.com for a mere USD18.98. Gawe tombo kangen po'oh, rek! Sa'aken, timbangan'e ke'impenan ben bengi, lho! *LOL*. Selanjutnya adalah DVD "The Republic of Love" (produksi Film Movement, 2003). Melalui sutradara Deepa Mehta dan produser Julie Baines bersama Anna Stratton, film ini diangkat dari karya salah satu pengarang favorit saya, Carol Shields. Dengan mengisahkan perjalanan hidup Thomas Avery (karakter dalam cerita tersebut), film ini dijamin mampu membawakan sebuah pesan cinta yang teramat besar. Serupa dengan item yang sebelumnya, hadiah nan indah ini tersedia melalui situs Amazon.com dengan hanya seharga USD29.98.

Item berikut ini dipastikan dapat mengukuhkan posisi saya sebagai seorang blogger sejati. Anda tentunya mahfum kalau sulit bagi saya untuk bisa melewatkan hari tanpa berkelana di dunia maya, bukan? Sebuah laptop "Dell Latitude D510n X8167-N01" tak pelak akan mewujudkan itu semua. Dengan hanya IDR9,350,000 hadiah ini bisa didapatkan dengan mudah melalui Bhinneka.com. *Bisik-bisik*, mengingat adanya fasilitas kredit maka bayarnya bisa dicicil, lho! *winks*. Tak lengkap bisa penguasaan jagat maya tidak diikuti dengan piranti komunikasi yang canggih pula. Item berikut ini secara aklamasi akan memperkuat posisi saya sebagai "banceh ring-ring" sejati. Melirik tajam ke Uda Yoyok, hehe! Sebuah PDA-phone dari Hewlett-Packard tipe HP6365 dapat diperoleh seharga USD617.63 dari Pricegrabber.

Selanjutnya, boleh lah sebuah paket perjalanan umrah menjadi sebuah hadiah yang teramat indah bagi saya. Hanya seharga USD1,050 + IDR1,350,000 dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia, ibadah di tanah suci ini dapat diperoleh pada agen kenamaan Hidayah Safir. Hehehe, tidak semuanya urusan duniawi bukan? Saya masih ingat dengan urusan akhirat, lho :-) *kabuuuur*

Rasanya memang tak ada yang mampu mengalahkan indahnya memori masa lalu. Those memorable moments of good ol' days that last forever :-p Karena sifatnya yang amat pribadi maka hal seperti ini hanya bisa dinikmati oleh yang bersangkutan. Bayangkan saja, mau kah anda tinggal di sebuah kota dengan penduduk yang hanya berjumlah 12,000 jiwa dan terisolasi di tengah hamparan gurun yang maha luas? Bukan sebuah pilihan yang menyenangkan, bukan? Tapi tentunya tidak bagi saya. Kenangan saya pada Emerald di Central Queensland tentunya tak 'kan tergantikan oleh apa pun dan bila anda bisa mewujudkannya maka itu akan menjadi sebuah bonus besar! Jackpot :-) Mudah saja! Melalui perjalanan dengan rute Jakarta - Emerald (via Sydney and Brisbane) maka impian itu akan mudah terwujud :-)) [return fare starts from AUD1,406.15; available at Australia's flag carrier, "Qantas"].

Sudah bukan rahasia lagi kalau masyarakat Kansai dan Kanto adalah musuh "bebuyutan". Perseteruan mereka berjalan panjang hingga terbawa sampai ke urusan olah raga. Meski telah lama mendominasi, hegemoni Yomiuri Giants akhirnya dapat juga dipatahkan. Jadi, jangan berani mengaku sebagai warga Kansai kalau belum menjadi pendukung setia Hanshin Tigers. Belum lah afdol bagi seorang fans Hanshin Tigers sejati kalau tidak memberikan dukungan langsung saat tim kebanggaan tersebut berlaga di Stadion Koshien. Untuk mewujudkan impian ini: bagaimana kalau anda menghadiahkan sebuah perjalanan bersejarah untuk saya? Hehehe, ngga bakal nolak deh! *winks* Thai Airways serves Jakarta - Osaka (Kansai) route via Bangkok seven times weekly with return fare starts from USD630.

Kalau soal jam tangan itu... hehehe, memang sudah menjadi impian saya sejak beberapa tahun silam. Boleh lah sedikit manjakan saya dengan aksesoris yang satu ini. Dijamin akan selalu melekat di pergelangan tangan saya setiap saat :-) Frosty Spell (Irony's series) for only USD75; available at Swatch Store.

Kecanduan saya pada acara "jalan-jalan" memang sudah sampai pada tahap akut. Sulit disembuhkan dan obat penangkalnya pun akhir-akhir ini sedikit susah didapatkan. Sebagai pelipur dari sindrom tersebut: how about treating me to an extensive Asia Pacific journey that fills with plenty of travel and lots of leisure? It surely won't cost you much as this journey commences and concludes simply at my living room. How? For a mere IDR378,000 a two-year subscription of Destinasian Magazine will surely does it all well :-)

Kemolekan Tanah Priangan yang tersohor memang selalu mengundak decak kagum banyak orang. Dan tentu saja saya adalah salah satu pengagum tersebut. Menikmati kecantikan Parijs van Java melalui perjalanan bolak-balik Surabaya - Bandung tentunya bukan lah sebuah pilihan yang praktis. Ide untuk menikmatinya di ruang duduk saya sambil ditemani teh hangat bisa jadi merupakan sebuah usulan yang fantastik. Tidak hanya dalam format foto, keindahan kota Bandung bisa juga terpancar dalam sketsa yang dibuat dengan cat air. Art Paper Publishing House mempersembahkan ibukota Jawa Barat nan geulis ini dalam buku bertajuk "Bandung in Watercolour, a Travel Guide". Muatan teks dikerjakan oleh M. Ichsan Hardja (yang sekaligus merangkap sebagai ilustrator) bersama Medina Desiati, sedangkan Frances B. Affandy duduk sebagai editor. Untuk ilustrasi, Hardja (lulusan Arsitektur ITB) dibantu oleh ketiga rekannya Arinaka T., M. Avrilany dan R. Satriyaji yang ketiganya merupakan alumni Arsitektur Itenas - Bandung. Tak perlu diragukan lagi, buku ini akan menjadi hadiah ulang tahun yang terindah bagi saya. So, para Bandung-ers... kini giliran kalian :-) "Bandung in Watercolour, a Travel Guide" (ISBN#: 979-99632-0-6), priced for IDR380,000; is available at Toko Buku Zoe Corner, Jl. Pager Gunung no. 3 - Bandung. For direct order to "Art Paper Publishing House" please call +62-22-4230128 (during business hours) for more details.

Tibet saat ini bisa jadi sudah banyak terpoles oleh riasan yang dikenakan oleh Pemerintah China. Dengan perlahan dan penuh penderitaan, China berusaha mengambil identitas masyarakat Tibet dengan mencaplok dan mengekspoitasinya habis-habisan. Komersialisasi dalam skala besar menjadi bagian yang tak terlepaskan negri ini. Kemana pun anda berjalan di negri ini dijamin tidak akan kehilangan sinyal pada telepon seluler anda. Hei... ingat, anda sedang berada pada ketinggian di atas 4,000 meter di atas paras laut. Mau tak mau, dalam hal ini kekuasaan dan kehebatan China memang harus diakui. Himpitan ini lah yang memaksa Dalai Lama dan pengikutnya mengungsi ke Dharamsala di India Utara untuk mempertahankan identitas dan kebudayaan mereka. Tersimpan sebuah kesedihan akan pertanyaan entah kapan mereka dapat kembali melihat tanah leluhur tersebut. Terlepas dari kepedihan yang berkepanjangan itu, Tibet memiliki sebuah magnet maha kuat yang mampu menarik jutaan pelancong dari berbagi penjuru dunia. Saya tahu, perjalanan menuju "Himalayan Nirvana" ini akan menguras habis dompet anda. Sebagai gantinya: bagaimana kalau anda menghadiahkan buku "Tibet Di Otak" untuk ulang tahun saya kali ini? Fair deal, huh? :-)) Tibet di Otak (Yori Antar et. al.) seharga IDR180,000 dapat diperoleh melalui Toko Buku Gramedia.

Kemarin siang sewaktu membereskan kamar, saya mendapati botol wewangian yang ternyata sudah kosong. Hal ini tentunya merupakan bencana bagi saya. Maklum lah, dengan status yang kembali menjomblo begini 'kan mau tidak mau saya harus sering-sering tebar pesona. Keharuman CK one tentunya akan banyak membantu perjuangan tebar pesona itu, hehehe :-) Ngga usah yang aneh-aneh, lah! Yang beginian aja udah cukup kok *winks* For only UDS34.93; CK one fragrance is available through Yahoo's Shopping.

Wah wah, kok sejak tadi yang dibahas hanya perjalanan internasional, ya? Ini bukan berarti saya luar negri-minded, lho :-) Bagaimana pun juga sebagai orang Indonesia asli (perut masih saja suka keroncongan kalau belum makan nasi) saya tetap mendeskripsikan diri saya memiliki selera Nusantara dalam urusan jalan-jalan :-p Tentu saja Pulau Dewata menjadi pilihan yang begitu menggoda. Konsep utama dari berlibur adalah sebuah pelarian dari rutinitas dan kesibukan sehari-hari. Bukannya mau menghindar, pelarian kali ini bermaksud untuk mengumpulkan energi dan mengisi jiwa dengan sebuah ketenangan batin. Dijamin setelah berlibur, semua kegiatan akan berlansung dengan produktif, hehehe :-)


Untuk hadiah ulang tahun saya kali ini, bagaimana dengan sebuah paket "Alila Experience" (5D/4N) dari Alila Manggis? Sebuah pengalaman yang menarik, diracik ke dalam sebuah perayaan akan tradisi, pesta kuliner dan kebudayaan masyarakat setempat. Tentunya tak ketinggalan adalah kesempatan untuk menyejukkan jiwa dan raga melalui damainya pengalaman relaksasi pada fasilitas spa di tempat ini. Hanya dengan USD780, dijamin liburan kali ini akan memberikan suntikan energi untuk saya dalam jumlah ekstra banyak *grins*. Jangan sampai terlupakan dengan transportation arrangement, yah?! *winks* Indonesia's flag carrier "Garuda Indonesia" offers several daily fights between Surabaya and Denpasar (Bali's capital city) with return fare starts from IDR582,000.

Cukup panjang, bukan? Hehehe... dengan begini anda tak perlu repot-repot memikirkan kado apa yang tepat untuk ulang tahun saya kali ini. Pilih saja salah satu dari opsi di atas maka beres lah semua urusan :-) Yo wis lah, capek banget nulisnya! Semoga sederetan daftar di atas mampu memberikan inspirasi tersendiri bagi anda untuk memberikan hadiah terindah pada ulang tahun saya... atau jangan-jangan daftar di atas juga menjadi keinginan anda!? Wah wah... repot juga kalau begitu, hehehe. Saya berharap (meski kesannya "sedikit memaksa") setidaknya tulisan ini mampu memperkaya khasanah pengetahuan pada keseharian anda. Hope this finds you well and have a hardrocking day, minna-san :-)

groetjes,


dodY
xxxx

PS: dek, cepet sembuh, ya! jangan lupa obatnya diminum. duh, senewen banget kalo kamu sedang sakit gini. cepet pulang, ya? kangen banget niy! i love you :-)
selengkapnya/read more...

posted by dodY @ 10:37 PM

Friday, December 30, 2005

 "membuka mata hati"; mungkin memang itu lah jawabnya...

Sudah hampir dua bulan belakangan ini kerap kali saya diliputi emosi yang cukup mendalam. Sebuah hal yang sepele saja dengan mudah mampu memacu rasa amarah saya. Hanya karena hal yang kecil pun tak jarang kami bertengkar. Tanpa alasan yang mendasar sering kali saya memperuncing permasalahan yang kami hadapi, hingga berlarut-larut yang seolah tiada berujung. Entah bagaimana mesti menjelaskannya: mungkin karena beban pikiran yang berat lah yang membuat kami acap kali mengedepankan emosi.

Ya, kami memang sudah tidak lagi terikat dalam sebuah pertalian asmara.

Pada saat "hubungan" kami berakhir, saat itu juga saya berpikir bahwa segala urusan di antara kami berdua juga akan mengalami hal yang serupa. Namun ternyata banyak hal yang tidak lah cukup sederhana untuk dapat dipahami semudah yang saya inginkan. Berakhirnya "hubungan" itu ternyata justru menjadi awal dari beberapa pertentangan di antara kami berdua. Tak jarang kami bertengkar hanya karena hal yang kecil. Beberapa pertentangan pendapat tak dapat terelakkan hanya karena salah pengertian di antara kami berdua.

Saya pun merasa amat kesal. Rasa amarah yang mendalam lagi tak tertahankan pun akhirnya berkecamuk dalam hati saya. Pada saat yang bersamaan saya juga merasakan sebuah kesedihan yang cukup besar. Sebenarnya yang saya inginkan hanyalah kami bisa tetap bersahabat tanpa harus saling beradu argumen dalam balutan emosi yang memuncak. Yang saya inginkan hanyalah kami bisa menjaga silaturahmi yang sempat memudar hanya karena berakhirnya tali asmara kami. Yang saya inginkan hanya lah kami dapat tetap bersapa dan bertutur dalam tawa dan canda seperti dulu... jauh sebelum kami memutuskan untuk "jadian".

Namun sungguh berat rasanya untuk bisa mencapai itu semua. Mengembalikan keindahan persahabatan kami ternyata tidak lah semudah membalikkan telapak tangan. Apa lagi dengan adanya kejadian berakhirnya status "berpacaran" kami. But the world goes on while we indulge ourselves in sadness. Memang tidak lah mudah... Kemudian saya berpikir bahwa hal ini tak boleh dibiarkan terus berlanjut. Saya tak ingin kami berdua terus menerus menyimpan amarah. Saya tak ingin kami berdua terus diliputi emosi setiap kali bertutur sapa. Bagaimana pun juga hubungan baik harus tetap dibina. Saya pun kemudian memutuskan untuk membicarakan hal ini dengannya.

Beberapa malam yang lalu kami duduk berdua mendiskusikan apa yang selama ini kami alami. Tentang apa saja yang terjadi setelah kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan "pacaran" itu. Tentang apa saja yang kami rasakan... dan tentunya juga tentang apa yang kami harapkan.



Memang benar. Segala sesuatu yang dibicarakan dalam hati tenang akan mudah mencapai tujuannya. Saya melihat ke belakang: pada saat-saat di mana kami mengedepankan emosi dalam berbagai pembicaraan kami. Sulit sekali untuk bisa membuat pasangan memahami dan mempercayai akan apa yang kita sampaikan. Saya menemukan bahwa pada saat kami membuka hati hambatan yang berat sekali pun rasanya bisa kita lalui.

Mata hati pun terbuka. Kami berusaha untuk melihat, memahami dan merasakan satu sama lain. Tentunya dalam hati yang tenang, bukannya dalam emosi seperti apa yang berlangsung sebelumnya. Dan dengan hati yang terbuka lah kami berusaha menyelesaikan segala pertentangan dan amarah yang kami alami selama ini.

Ya, kami memang sudah tidak lagi terikat dalam sebuah pertalian asmara...

Jika anda perhatikan salah satu posting saya, tentunya kini terjawab sudah pertanyaan akan kisah mana yang sebenarnya saya maksudkan di posting ini. Dan pula bagaimana kelanjutan kisah asmara tersebut. Memang bukan lah kejadian "kemarin malam", bukan pula "minggu lalu". Kalau boleh dibilang mungkin memang sudah cukup lama. Sekitar pertengahan Oktober lalu tepatnya. Sengaja tidak langsung menuliskannya karena pada saat itu saya tengah diliputi emosi yang mendalam. Dan kini dengan hati yang terbuka baru lah saya memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang terjadi dan apa yang saya rasakan.

Ya, pertalian asmara itu memang telah berakhir...

Seperti yang pernah Nauval sampaikan kepada saya: "no break-up is easy"; kiranya memang ini bukan lah hal yang bisa kami anggap enteng semata. I came to one point where I find out that we can't get to our object of affection. It's like our affectionate feeling gets stuck at a point (and simply not going anywhere).

Rasanya tidak lah adil untuk melimpahkan semua kesalahan ini padanya. Saya merasa bahwa kami berdua turut berperan dalam berakhirnya pertalian tersebut. Kami berdua telah mencoba untuk menjalani sebaik-baiknya; namun apa daya ternyata usaha tersebut tidak lah membuahkan hasil. Berat baginya untuk menjalani hubungan ini, sementara itu ekspektasi saya berjalan menuju arah yang tiada bertemu dengan keinginannya.

Saya dapat pastikan bahwa ini bukan lah disebabkan oleh kehadiran orang ketiga. Bukan pula karena jarak yang begitu jauh memisahkan kami berdua. From this lesson I've learned that different people carry different kind of love, and care. Kami berdua paham benar bahwa kami masih saling menyayangi. Namun sayangnya ekspektasi dari masing-masing individu tidak dapat terpenuhi: then the crash is simply unavoidable.

Pembelajaran kami untuk bisa saling mengendalikan diri memang masih harus menempuh perjalanan yang panjang. Di sini lah kami belajar untuk bersikap jujur; tidak hanya terhadap pasangan tapi juga terhadap diri sendiri. Di sini lah pula kami belajar untuk bisa bersikap arif dan bijaksana dalam memahami pasangan dan juga diri sendiri. And from this time forward: kami akan menjalani persahabatan dan menjaga tali silaturahmi ini sebaik-baiknya. Insya Allah.

Semoga tulisan saya kali ini mampu memberikan inspirasi bagi anda untuk selalu dapat membuka hati terhadap semua hal. Betapa baik maupun buruknya hal yang disampaikan di sini; saya berharap posting kali ini dapat memperkaya khasanah kehidupan keseharian anda. Hope this finds you all well and have a hardrocking weekend, minna-san :-)

groetjes,

dodY
xxxx

PS: to Nauval, thanks for those tremendously priceless supports of yours. Kamu benar-benar sudah banyak membantu saya. Berat rasanya bagi saya untuk bisa melalui ini semua tanpa dukungan dari kamu. Thank you for simply being there for me.

to Nizar, terima kasih untuk tetap bertahan menemani saya; bahkan di masa-masa sulit sekali pun. Pokok'e kita berdua harus tetep berjuang ya, Ta! Eh... eh... dapet salam tuh dari (mantan) calon Bu Mentri! [hehehe, yang tau cuma kita berdua, yah]. Ada yang sampe kebawa mimpi segala, lho! Sampe sekarang tetap berharap: kalau pun ngga kesampaian jadi Bu Mentri... yaaahhh... paling ngga sempet ngerasain jadi Bu Rektor lah (istrinya rektor; gituh maksudnya)! Tapi kalau itu pun ngga dapet juga; maka target minimal yang harus dicapai adalah Bu Dekan! Bayangin aja... tuh orang udah mencak-mencak tiap hari. Masa punya suami pejabat segitu aja ngga "dapet jatah" untuk bisa jadi Dekan, yah?

Abis gimana ngga kebelet ngejar posisi itu... tunjangan jabatan dan tunjangan fungsional-nya lumayan lho! Paling ngga cukup buat acara jalan-jalan ke Eropa, 'kan? Jadi, ngga perlu lagi pake alasan "kunjungan kerja" atau "conference" kalo memang ke sana buat acara shopping. Duuuhh, ngerasa ngga siy... conference/training-nya berapa hari... jalan-jalannya berapa hari, gituh? Huauahaahauhua.... *tertawa berguling-guling* ... *LOL* :-)

buat yang masih penasaran: posting satu garis tipis sama sekali ngga ada hubungannya ama yang satu ini. jauh banget kali yah :-p secara juga orang-orangnya beda gitu loh! jadi ngga usah nyebarin gosip dan spekulasi yang ngga-ngga deh :-)

ya... gw emang balik single lagi. tapi secara sekarang udah ada yg lagi lengket ma gw... buat yang mo deket'in gw... tunggu dulu ya... sabar... kalo anda memang beruntung maka anda bisa dapetin saya... *berasa sok selebritis* heuheuhee *LOL*
selengkapnya/read more...

posted by dodY @ 9:02 PM




Dody Priambodo
Surabaya, Indonesia
mazuta2222@yahoo.com

dodY defines himself as a self-proclaimed mid-twenties plain guy still getting stuck at FE Univ. Airlangga, figuring out how to get out of there with both a degree and a steady job on hand. this guy considers himself highly energetic and vibrant, yet balancing banalities of being a drama queen remains a full-time challenge. he sees himself clamored by surroundings of good friends that last for a lifetime. how? by ruling the cyber world for sure! this man regards himself as half-Queenslander and being a huge fan of Brisbane Broncos is only a matter of local pride.

dodY lures himself into watchable flicks, smooth jazz, and delectable food. healthy? oh, that stands merely as an unnecessary option! dodY claims himself a huge fan of Hanshin Tigers as a cover-up of having lack interest in sport. he lays great admiration on Carol Shields as much as his enjoyment toward her works. dodY finds an ultimate pleasure on his addiction to "jalan-jalan"; which refers to plenty of travel with lots of leisure. and, oh! this fellow thinks himself as an expert in Community-Development issue in the future. now, let dodY develop himself to behave well for the sake of a community to exist!


blog ini lebih cihuy dibuka pake Get Firefox! cobain deh!
ShoutBox
Previous Posts
Archives
Links
Credits
Powered by Blogger.cOm